Monday, October 4, 2010

SUDAH PAKAI FUEL INJECTION STEP 3


Pada step 1, ECM nempel bareng throttle body yang mirip karburator itu. Sehingga ECM rawan kena banjir dan juga rawan akan getaran. Pada step 2, ECM diletakkan di bawah jok, tentu agar lebih aman. Nah, di step 3 yang sudah diaplikasi di Revo AT bukan lagi masalah di ECM. Melainkan sudah dikembangkan lagi jadi lebih advanced.

“Pada step 3 sudah mengaplikasi O2 sensor,” jelas Edhi yang berkacamata itu. O2 sensor dipasang pada kepala silinder. Bentuknya seperti busi. Tugasnya membaca kadar oksigen yanng ada di dalam gas buang.

Jika kekurangan atau kebanyakan oksigen, sensor akan mengumpan data pada ECM atau yang jadi otaknya injeksi. Sehingga ECM akan memberi komando untuk mengurangi atau menambah penyemprotan bahan bakar oleh nosel. Dengan begini, berarti punya dua keuntungan. Didapat pembakaran maksimal sekaligus sudah rendah emisi.

5682betik3.jpgNamun lantaran letak O2 sensor atau beken disebut lamda sensor ini berada di aliran gas buang, ya terpaksa harus sering dibersihkan. Supaya tidak ditimbuni kotoran yang berakibat ngaconya sensor dan bikin boros bahan bakar.

Selain penggunaan oksigen sensor, pada PGM FI step 3 juga memiliki sensor oli. Honda menyebutnya EOT atau Engine Oil Temperature. Tugas EOT memberi umpan data kepada ECM. Data dari ECM bisa digunakan untuk perintah kepada IACV (Idle Air Control Valve). Semacam katup untuk membuka udara di throtlle body. Jika suhu kurang dari 60ยบ, IACV bekerja sehingga langsam mesin jadi tinggi dan tidak mati-mati.

Letak EOT ada di blok silinder. Tepatnya di bawah rantai keteng. Sehingga banyak pelumas berhenti di got bawah rantai keteng itu. Kelebihan lain dari PGM-FI step 3 bisa dilihat pada throttle body. Ada empat sensor. Pertama, Throttle Position Sensor atau TPS. Menyensor bukaan katup yang berhubungan dengan kabel gas. TPS akan memberi umpan kepada ECM. Sehingga besar bukaan gas akan disesuaikan dengan jumlah dan timing penyemprotan bensin. TPS juga memberi sinyal ke timing pengapian.

Kedua, pada throttle body juga ada dijumpai MAP atawa Manifold Absolute Pressure. Untuk membaca tekanan atau kevakuman udara yang masuk dalam intake manifold. Makin kencang kecepatan udara akan semakin vakum. Datanya diumpan untuk mengetahui jumlah atau banyaknya penyemprotan bensin.

Ketiga, ada juga sensor IAT atau Intake Air Temperature. Sensor ini berperan untuk mendeteksi suhu udara yang masuk ke dalam intake manifold. Ini juga berfungsi untuk menentukan jumlah bahan bakar yang akan disemprotkan.

Sensor yang keempat yaitu IACV (Idle Air Control Valve). Sistem pengatur langsam secara elektronik. Fungsinya seperti cuke pada motor sistem karburator. Namun buka-tutup klep cuke diatur secara elektronik. IACV harus kerja sama dengan EOT atau sensor oli di blok silinder. “Jika suhu kurang dari 60 derajat, katup langsam atau cuke akan membuka.”


Dari penambahan sensor itu diharapkan mesin bekerja jadi lebih sempurna. “Seperti pada Revo AT yang mampu menghasilkan emisi gas buang rendah,” jelas Edhi yang berkulit bersih itu.

Konsumsi bensin diklaim lebih irit. Berdasarkan hasil tes dari pihak AHM, 1 liter Premium bisa dipakai untuk 57 km. Padahal menggunakan trasmisi otomatis. Bandingkan dengan bebek Revo karburator yang hanya 54,8 km/liter bensin.

“Penggunaan PGM-FI step 3 juga memudahkan proses starter dalam kondisi cuaca apapun. Pagi atau cuaca dingin bukan masalh. Proses pengendaraan juga menjadi jauh lebih halus,” yakin Edhi Read more...

Sony Ericsson LiveView, Layar Baru Lebih Seru

JAKARTA, KOMPAS.COM- Teknologi perangkat keras seluler pada akhirnya memicu munculnya gadget-gadget pendukung. Fungsinya macam-macam, selain untuk membantu ketika melakukan telefoni, juga mengekspresikan diri. Ujung-ujungnya adalah menikmati pengalaman baru dan rasa aman serta nyaman.

Sony Ericsson boleh jadi merupakan vendor yang paling kreatif untuk urusan penciptaan produk sampingan. Sebuah perangkat baru diluncurkan, bernama LiveView. Gadget yang terhubung secara nirkabel lewat bluetooth ke ponsel Sony Ericsson (khususnya Android) ini bertugas untuk menampilkan apa yang tampil di layar juga berfungsi untuk mengontrol fitur tanpa harus menggenggam ponsel.
Dimensinya begitu mungil. Hanya 3,5 x3,5 cm dengan tebal 1 cm, hingga dapat diselipkan di baju, gantungan kunci, jam tangan, atau di mana saja yang memungkinkan. Apalagi, ia dilengkapi dengan tali pengikat maupun klip penjepit.
LiveView dilengkapi oleh sebuah layar OLED berukuran diaginal 1,3 inci. Layar mikro inilah yang akan menampilkan, misalnya panggilan atau SMS masuk, berita yang dikemas dalam format RSS, status baru rekan Anda di Facebook atau Twitter, reminder, bahkan untuk pengaturan pemutar musik sekalipun.

Untuk mengisi ulang baterai cukup dengan mencolokkan lewat microUSB charger. Dalam keadaan full battery, ia bisa bertahan hingga empat hari. "Kami akan terus mengembangkan aksesori untuk memastikan bahwa kami memainkan peran penting dan merupakan penggagas utama dalam pasar inovatif dalam desain dan aksesori yang menarik untuk semua platform termasuk Android," bilang Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia.
Aksesori mini ini sendiri kemungkinan besar akan dirilis pada menjelang akhir tahun ini. Read more...

Indonesia Pasar Pertama BlackBerry Torch di Asia Pasifik

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dipilih menjadi pasar pertama penjualan BlackBerry Torch (9800) di Asia Pasifik. Hal tersebut semakin menegaskan pentingnya pasar di Tanah Air mengingat ini bukan untuk pertama kali dilakukan RIM.


"BlackBerry Torch pertama di Asia Pasifik. Kami memperkenalkan BlackBerry Torch untuk pertama kalinya di Asia Pasifik kepada Anda," ujar Gregory Wade, Managing Director South East Asia Research In Motion (RIM). Sebelumnya, Blackberry Curve 3G juga diperkenalkan pertama kali di Indonesia.

Namun, ia masih enggan mengungkap lebih rinci kapan BlackBerry Torch akan mulai tersedia di pasar Indonesia. Ia juga merahasiakan harga yang akan dibanderol untuk produk terbaru yang menjadi flagship andalan RIM itu. Meski demikian, saat ini konsumen sudah dapat melakukan pemesanan awal (pre order) melalui situs yang disiapkan RIM di alamat http://id.blackberry.com/getTorchnow.

"Kami berharap besar Torch bisa disambut dengan baik di Indonesia karena berdasarkan pengalaman sebelumnya BlackBerry diterima dengan positif," ujar Gregory Wade. Ia menyebut Torch menawarkan pilihan model BlackBerry dengan kemampuan terbaik yang ada saat ini.

BlackBerry Torch merupakan produk pertama RIM yang telah menggunakan platform BlackBerry OS 6. Desainnya pun unik karena memadukan navigasi dengan layar sentuh multitouch dan keyborad QWERTY. Ukuran layarnya 4 inci, menggunakan prosesor 624 MHz, memori internal 512 MB, memori eksternal 4 GB dan dapat ditingkatkan hingga 32 GB, kamera 5 MP, GPS, WiFi 802.11 b/g/n, dan HSDPA. Read more...